Apa Tugas Seorang Arsitek?

arsitek

Ingin membangun kompleks perumahan, apartemen, gudang, hotel, restoran, atau rumah privat yang memiliki karakter serta kompleksitas? Jangan ragu untuk menggandeng arsitek. Tugas arsitek pada dasarnya punya cakupan luas dibanding kontraktor atau pemborong. Meski dalam faktanya arsitek tidak dapat bekerja sendiri tanpa bantuan mereka. Mindset kita selama ini, arsitek itu orang yang hanya menggambar desain bangunan. Padahal, lebih luas dari itu berikut beberapa tugas seorang arsitek:

Menentukan konsep desain  luar & dalam bangunan

Konsep harus benar-benar dipikirkan sebelum melakukan pembangunan. Konsep yang kurang matang, dapat membuat keindahan bangunan jadi kurang maksimal. Di sini arsitek akan berdiskusi dengan pemilik bangunan untuk menentukan konsep desain luar dan dalam bangunan. Misalnya pemilik bangunan ingin konsep desain A, sedangkan menurut pengalaman arsitek konsep yang dipilih tidak sesuai dengan kondisi lingkungan, cuaca, atau faktor lainnya. Konsep desain B pun bakal diberikan arsitek sebagai pertimbangan. Jika disetujui, arsitek mulai menggambarkannya dalam sebuah kertas atau software khusus.

Mengolah tata letak ruangan

Tata letak ruangan bakal jadi penentu kenyamanan dari sebuah bangunan. Oleh karena itu, arsitek sebelumnya harus mengetahui luas lahan yang bakal didirikan bangunan. Ilustrasi pengolahan tata letak ruangan oleh arsitek: rumah melebar ke samping: ruang tamu bisa di tengah dengan kamar di kiri dan kanannya atau ruang keluarga, di seberang ruang tamu ada dapur yang bersebelahan dengan ruang makan. Rumah memanjang ke belakang: susunan kamar berderetan dengan area ruang tamu yang luas di depannya. Untuk kantor yang sempit, ruang kerja karyawan bisa disekat kaca sehingga terlihat lebih luas. Begitu pula dengan restoran kecil yang bisa membatasi dapur dengan tempat makan pengunjung dengan meja pesan.

Menentukan letak pipa air & sistem kelistrikan 

Sebuah bangunan yang baik harus ada pipa air bersih dan air limbah sekaligus listrik. Letak pipa air bersih yang tepat bakal sangat membantu para pengguna bangunan nantinya. Peletakan pipa air limbah yang tepat dapat meminimalisir pencemaran tanah, air, atau lingkungan sekitarnya. Peletakkan atau pemilihan kabel yang salah dapat menyebabkan konsleting listrik dan akhirnya kebarakan. Lebih dari sekedar memicu kerugian materil, tapi kerugian nyawa. Maka dari itu, arsitek bakal memastikan sistem kelistrikan pada proyeknya sesuai dengan standar keamanan.

Menghitung biaya konstruksi bangunan

Perencanaan biaya sebelum pembangunan penting dilakukan. Diharapkan agar pemilik bangunan dapat memperkirakan berapa anggaran yang harus dikeluarkan hingga bangunan rampung. Perhitungan biaya juga dilakukan oleh arsitek. Besar kecilnya biaya konstruksi ditentukan oleh beberapa faktor berikut: kualitas material bangunan serta banyaknya kayu, semen, pasir, koral, besi beton, wiremesh, pipa besi & PVC, rangka atap baja ringan, karang, atap, marmer, dll untuk pondasi, atap, dinding, dan lantai.

FAQ:

  • Berapa biaya jasa seorang arsitek? Sudah ditentukan oleh IAI. Untuk bangunan khusus (yang dibiayai oleh pemerintah), sosial (tempat peribadatan, penampungan anak yatim piatu, dll), bangunan tingkat kesulitan rendah (asrama, hotel, gudang, dsb), bangunan tingkat kesulitan rata-rata (apartemen, gedung olahraga, stasiun, dkk), dan bangunan tingkat kesulitan tinggi (bandara, ruang konser, kantor kedutaan, dll) punya persentase biaya yang berbeda. Klik di sini¬†untuk lengkapnya.
  • Apakah setelah lulus S1 Arsitektur, bisa langsung ambil proyek? Sebelumnya harus mengikuti program-program penataran yang diadakan IAI. Selain itu, harus memiliki pengalaman sebelum mengikuti SKA.
  • Bagaimana memilih arsitek yang baik? Cek portofolio dari berbagai media atau IAI, cek SKA dan SIBP, dan tentunya sudah punya banyak bukti proyeknya. Tak kalah penting, punya pemikiran sependapat tentang gaya dan fungsi bangunan.